Panduan

Cara seleksi foto wisuda dengan banyak klien sekaligus

Puluhan wisudawan dalam satu hari foto. Cara memisahkan foto per klien, mengatur seleksi, dan mengedit tanpa foto tertukar atau pilihan nyasar.

Tim Pilihin
· 5 menit baca

Musim wisuda itu rezeki, sekaligus ujian kesabaran. Dalam satu hari kamu bisa memotret belasan sampai puluhan wisudawan, ditambah foto keluarga dan foto bareng teman. Memotretnya masih seru. Yang bikin pusing justru setelahnya: memisahkan foto per orang, mengirim ke masing-masing, lalu menerima pilihan dari puluhan chat yang masuk hampir bersamaan.

Artikel ini membahas cara mengatur seleksi foto wisuda massal supaya tiap klien hanya melihat fotonya sendiri, pilihannya tidak tertukar, dan kamu tahu siapa yang sudah memilih dan siapa yang belum.

Kenapa wisuda massal gampang kacau

Sesi wisuda berbeda dengan wedding. Di wedding, kliennya satu pasangan dengan satu folder besar. Di wisuda, kliennya banyak, foto per orang relatif sedikit, dan semuanya diambil berurutan di lokasi yang sama.

Masalah yang sering muncul:

Sebelum hari pemotretan

Rapi tidaknya seleksi ditentukan jauh sebelum klien memilih.

  1. Buat daftar klien. Satu baris per wisudawan: nama, nomor WA, paket, dan jumlah foto edit. Spreadsheet sederhana sudah cukup.
  2. Beri nomor urut. Nomor ini nanti dipakai untuk nama folder, jadi urutannya sama dengan urutan pemotretan.
  3. Siapkan foto pembatas. Sebelum memotret tiap wisudawan, potret dulu kertas bertuliskan nomor dan namanya, atau potret orangnya sambil memegang kertas itu. Saat memilah nanti, foto pembatas ini jadi penanda yang jelas: semua foto setelahnya milik orang tersebut sampai foto pembatas berikutnya.
  4. Pisahkan sesi foto bersama. Foto rombongan, foto bareng dosen, atau foto satu geng sebaiknya diambil di sesi tersendiri, di awal atau di akhir, supaya tidak menyelip di tengah foto pribadi seseorang.

Setelah pemotretan: satu folder per wisudawan

Begitu file masuk laptop, pilah berdasarkan foto pembatas. Buat folder dengan pola yang konsisten, misalnya 01_Rina, 02_Dimas, 03_Sari. Foto bersama masuk ke folder sendiri, misalnya 00_Foto_Bersama.

Untuk folder seleksi, ekspor JPG ukuran sedang tanpa mengganti nama file, lalu taruh di Google Drive dengan susunan folder yang sama. Nama file yang sama dengan RAW membuat langkah edit nanti jauh lebih mudah. Detailnya ada di artikel cara impor foto pilihan klien ke Lightroom.

Buang dulu foto yang jelas gagal sebelum dibagikan: mata tertutup, blur, toga miring. Klien wisuda biasanya cuma punya waktu sebentar untuk memilih, jadi jangan bebani dengan foto yang tidak mungkin dipilih.

Prinsip paling penting: setiap wisudawan menerima link yang hanya berisi fotonya sendiri, dengan batas jumlah sesuai paketnya. Jangan satu link untuk semua orang.

Kirim pesan dengan pola yang sama ke semua klien supaya kamu tidak perlu menjawab pertanyaan yang sama berulang kali. Contohnya:

Halo Rina, ini galeri foto wisudamu. Paketmu termasuk 10 foto edit. Silakan pilih paling lambat Jumat, 17 Oktober. Foto lainnya tetap kamu terima tanpa edit. Terima kasih!

Lalu catat di spreadsheet: link sudah dikirim, tanggal tenggat, sudah memilih atau belum. Untuk foto bersama, tunjuk satu orang perwakilan, biasanya ketua kelas atau yang memesan, supaya hanya ada satu daftar pilihan.

Mengatur banyak galeri seleksi dengan Pilihin

Mengirim folder Drive satu per satu ke puluhan klien bisa saja, tapi pilihannya tetap kembali lewat chat. Di Pilihin, tiap folder wisudawan bisa langsung dijadikan galeri seleksi tanpa upload ulang. Fotonya tetap di Google Drive-mu.

Alurnya per wisudawan:

  1. Bagikan folder 01_Rina sebagai "siapa saja yang punya link", lalu tempel link-nya di Pilihin.
  2. Isi kontak klien, atur batas jumlah foto sesuai paket dan tenggat memilih, lalu buat galeri.
  3. Kirim link galeri ke klien. Galerinya memakai nama dan warna aksen studiomu, jadi yang dilihat klien adalah studio kamu, bukan nama Pilihin.

Klien bisa memilih di HP lewat Mode Swipe atau tampilan galeri biasa, dan pilihannya tersimpan otomatis. Kalau ada klien yang menambah paket, detail galerinya bisa diubah. Di dashboard, daftar pilihan setiap galeri sudah rapi, jadi kamu tidak perlu merekap dari puluhan chat.

Setelah pilihan masuk, Pilihin Picker membaca daftar pilihan itu, lalu mengimpor foto yang dipilih ke Lightroom Classic, menandainya di katalog, atau menyalin RAW-nya ke folder baru. Untuk musim wisuda dengan banyak galeri, hitung dulu mana yang lebih hemat: kredit Rp7.000 per galeri yang diproses, atau Pilihin Pro Rp25.000/bulan yang memproses galeri tanpa menghitung kredit. Picker juga bisa dicoba gratis satu kali. Rinciannya ada di halaman Harga.

Tips mengedit wisuda massal

Edit per spot, bukan per orang

Wisudawan yang difoto di spot dan jam yang sama biasanya punya cahaya yang mirip. Edit satu foto sampai pas, terapkan setting-nya ke foto lain di spot yang sama, baru rapikan per orang.

Kerjakan sesuai urutan yang sudah memilih

Jangan menunggu semua klien selesai memilih. Siapa yang memilih duluan, dia yang diedit duluan. Klien yang tepat waktu merasa dihargai, dan pekerjaanmu tidak menumpuk di akhir.

Cocokkan jumlah dengan paket

Sebelum mengirim hasil, cocokkan jumlah foto edit dengan kolom paket di spreadsheet. Kesalahan paling umum di wisuda massal bukan soal editan, tapi soal jumlah.

Satu pengingat untuk yang belum memilih

Satu atau dua hari sebelum tenggat, kirim pengingat singkat hanya ke yang belum memilih. Kalau catatanmu rapi, kamu tidak perlu menebak siapa saja orangnya.

Penutup

Seleksi foto wisuda dengan banyak klien sebenarnya soal satu hal: memisahkan sejak awal. Foto pembatas saat memotret, satu folder per wisudawan, satu link per klien, dan satu catatan untuk memantau semuanya. Kalau dasarnya rapi, musim wisuda tidak harus berarti musim lembur.

Bagikan artikel ini WhatsApp

Artikel terkait