Klien akhirnya mengirim daftar foto pilihannya. Lima puluh nama file, kadang lebih. Lalu kamu membuka Lightroom Classic, mengetik DSC_4512 di kolom pencarian, memberi bintang, mengetik nama berikutnya, dan seterusnya. Setengah jam lewat, kamu belum mengedit satu foto pun.
Bagian ini jarang dibahas, padahal hampir semua fotografer wedding dan wisuda mengalaminya. Artikel ini membahas tiga cara memasukkan foto pilihan klien ke Lightroom, dari yang manual sampai yang hampir tidak perlu menyentuh nama file sama sekali.
Kenapa mencari file satu per satu itu melelahkan
Masalahnya bukan di Lightroom. Masalahnya ada di jarak antara daftar klien dan katalogmu.
- Daftarnya datang dalam bentuk chat. Kadang dipisah koma, kadang per baris, kadang campur screenshot.
- Nama JPG dan RAW kadang berbeda. Kalau JPG untuk seleksi diberi nama baru saat ekspor, kamu harus menerjemahkan dulu ke nama RAW.
- Dua kamera, nama sama. Kamera utama dan kamera kedua sama-sama punya DSC_0123. Klien memilih yang mana?
- Satu salah ketik, satu foto salah edit. Dan biasanya baru ketahuan saat klien menerima hasilnya.
Kabar baiknya, sebagian besar masalah ini bisa dicegah sebelum klien mulai memilih.
Persiapan sebelum klien memilih
Langkah ini menentukan seberapa mudah proses impornya nanti, cara apa pun yang kamu pakai.
- Rapikan nama file sejak impor pertama. Kalau memakai dua kamera atau lebih, beri awalan per kamera saat impor, misalnya A_DSC_0123 dan B_DSC_0123. Fitur rename saat impor di Lightroom Classic bisa melakukannya otomatis.
- Samakan jam kamera sebelum acara, supaya urutan foto di katalog sesuai kejadian.
- Ekspor JPG seleksi tanpa mengganti nama. Nama JPG yang dilihat klien harus sama persis dengan nama RAW di katalogmu, hanya beda ekstensi.
- Ukuran JPG secukupnya. Untuk seleksi, sisi panjang sekitar 2.000 piksel sudah nyaman dibuka di HP.
- Simpan katalog per acara atau beri folder yang jelas, supaya pencarian nanti tidak tercampur acara lain.
Cara 1: Filter teks di Library
Ini cara manual paling cepat yang bisa dipakai tanpa alat tambahan.
- Buka modul Library, pilih folder atau koleksi acara tersebut.
- Tampilkan Library Filter (tekan tombol backslash
\kalau belum muncul), lalu pilih Text. - Atur pencarian ke Filename dan Contains.
- Tempel daftar nama file dari klien, dipisah spasi. Lightroom menampilkan semua file yang namanya cocok dengan salah satu kata itu.
- Pilih semua hasilnya, lalu beri flag, bintang, atau masukkan ke collection baru bernama "Pilihan Klien".
Dua hal yang perlu dicek. Pertama, hitung jumlah hasilnya. Kalau klien memilih 50 tapi yang muncul 53, ada nama yang ikut cocok sebagian, misalnya "4512" juga cocok dengan file lain yang memuat angka itu. Kedua, kalau jumlahnya kurang, berarti ada salah ketik di daftar klien. Cocokkan ulang sebelum mulai mengedit.
Sebelum menempel, rapikan daftarnya dulu di aplikasi catatan: hapus kata-kata seperti "kak", "yang", atau nomor urut, dan ganti koma atau enter menjadi spasi.
Cara 2: Salin RAW ke folder baru
Sebagian fotografer lebih suka memisahkan RAW pilihan ke folder sendiri, lalu mengimpor folder itu sebagai katalog atau folder baru. Cara ini cocok kalau kamu mengedit di laptop lain, berbagi pekerjaan dengan editor, atau memakai aplikasi selain Lightroom.
Caranya bisa dengan pencarian di Finder atau File Explorer, lalu menyalin file satu per satu, atau memakai filter di Lightroom seperti di Cara 1, lalu memakai menu ekspor sebagai file asli. Hasilnya sama: satu folder berisi RAW pilihan saja.
Kekurangannya, kamu tetap bergantung pada daftar nama yang diketik klien. Salah ketik di daftar tetap jadi salah file di folder.
Cara 3: Biarkan pilihan klien terbaca otomatis
Cara paling tenang adalah tidak menerima daftar ketikan sama sekali. Klien memilih di galeri, lalu daftar pilihannya dibaca langsung oleh alat di komputermu.
Di Pilihin, alurnya begini. Klien memilih foto di galeri seleksi yang dibuat dari folder Google Drive-mu (penjelasannya ada di artikel cara klien memilih foto dari Google Drive). Setelah pilihan dikirim, kamu memakai Pilihin Picker di komputer.
Picker membaca daftar pilihan klien dari galeri, lalu menjalankan salah satu dari tiga pilihan:
- Impor ke Lightroom. Foto pilihan klien masuk ke katalog Lightroom sebagai collection, siap diedit.
- Tandai di Lightroom dengan flag, bintang, atau label warna, kalau fotonya sudah ada di katalog.
- Salin ke folder baru. RAW pilihan disalin ke folder sendiri, cocok kalau kamu mengedit di aplikasi lain.
Foto aslinya tetap di komputermu. Yang dicatat Pilihin hanya nama file pilihan klien, jadi aturan "jangan ganti nama file saat ekspor JPG" di atas tetap berlaku.
Picker bisa dicoba gratis untuk satu galeri pertama. Setelah itu, bayar per galeri Rp7.000 atau pakai Pilihin Pro (Rp25.000/bulan) supaya tidak perlu menghitung kredit. Rinciannya ada di halaman Harga.
Tips setelah foto pilihan masuk Lightroom
Buat satu collection khusus pilihan klien
Jangan cuma mengandalkan flag. Collection terpisah bikin kamu fokus pada foto yang memang harus diedit, dan memudahkan ekspor nanti.
Edit per adegan, bukan per urutan
Kelompokkan foto pilihan per adegan atau kondisi cahaya: persiapan, akad, outdoor, resepsi. Edit satu foto per adegan sampai pas, lalu sinkronkan setting ke foto lain di adegan yang sama. Hasilnya lebih konsisten dan lebih cepat.
Cek ulang jumlah sebelum ekspor
Bandingkan jumlah foto di collection dengan jumlah yang dipilih klien. Kalau paketnya 50 foto edit, pastikan yang kamu ekspor juga 50.
Simpan daftar pilihan klien
Simpan daftar pilihan final bersama file acara. Kalau suatu hari klien bertanya "kok foto yang ini tidak diedit?", kamu punya catatan yang jelas.
Penutup
Memasukkan foto pilihan klien ke Lightroom sebenarnya bukan pekerjaan sulit, hanya pekerjaan yang membosankan dan rawan salah. Mulai dari nama file yang rapi dan konsisten. Untuk acara kecil, filter teks di Library sudah cukup. Untuk wedding dengan ratusan foto, biarkan klien memilih di galeri dan biarkan pilihannya masuk Lightroom tanpa kamu mengetik nama file satu per satu.